Beranda Kesehatan Ini Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil

Ini Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil

35
0
Ini Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil (AndrewHidayat.com)
Ini Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil (AndrewHidayat.com)

AMPM.co.idIni Cara Andrew Hidayat Merangsang Perkembangan Motorik Kasar Si Kecil. Seperti anda ketahui, perkembangan motorik anak pada dasarnya bisa dibedakan menjadi dua, yaitu perkembangan motorik halus dan perkembangan motorik kasar.  Menurut Andrew Hidayat, perkembangan motorik sendiri adalah proses untuk mengasah kemampuan gerak anak (kemampuan motorik). (Baca juga: Cara Andrew Hidayat)

Andrew Hidayat menyatakan bahwa kemampuan motorik halus dikaitkan dengan perkembangan otot kecil dan koordinasi mata-tangan. Misalnya menggambar, menulis, menggunting kertas sesuai bentuk, bermain puzzle, dan lain-lain. Rangsangan dari orangtua sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus ini.

Baca juga:

Perlu diakui bahwa selama ini, baik di rumah atau di sekolah, sebagian konsentrasi orang dewasa pada anak-anak lebih banyak difokuskan untuk melatih perkembangan motorik halusnya, seperti latihan menata barang, puzzle, menulis dan seterusnya ujar Andrew.

Untuk perkembangan motorik kasarnya anda lebih sering berpikir menyerahkan pada proses alam. Hal ini menurut Andrew Hidayat sebetulnya bukan sebuah pemikiran yang salah total, memang kebanyakan seperti itu yang terjadi. Hanya saja, untuk mendapatkan hasil yang optimal, anak-anak tetap butuh rangsangan dan arahan dari orangtua agar motorik kasarnya berkembang optimal.

Baca juga:

Rangsangan dari orangtua, selain untuk membantu perkembangan, tujuannya juga untuk mendeteksi apakah motorik anak berkembang sebagaimana mestinya atau tidak, apakah sesuai dengan tugas perkembangan usia anak saat itu. Banyak aktivitas sederhana yang bisa anda lakukan untuk merangsang dan melatih motorik kasarnya. Tapi tentu ini perlu disesuaikan dengan perkembangan dan usianya.

Untuk anak yang masih bayi (belum bisa berjalan), yang bisa dilatih antara lain: merangkak, latihan berdiri, melempar, dan sebagainya. Anda bisa mengajak si Kecil bermain lalu anda rangsang agar merangkak atau mengambil bola atau melempar benda.

Adapun untuk anak yang sudah bisa jalan, namun belum masuk sekolah, anda bisa melatih beberapa gerakan, misalnya: berlari, naik tangga, memanjat kursi,  berputar, berjalan di atas papan titian, naik sepeda, dan sebagainya. Naik turun sofa di rumah pun bisa membantu perkembangan motorik kasar anak. Anda bisa selalu mengajak anak bermain yang melibatkan gerakan-gerakan ini. Tentunya anak harus selalu dalam pengawasan orangtua saat melakukannya.

Baca juga:

Kalau mengamati perilaku anak-anak yang tidak mau diam, dan banyak ulah, sebetulnya ini adalah pertanda bahwa Tuhan telah mengajarkan anak-anak untuk mengembangkan kemampuannya melalui dorongan naluri. Hanya saja, dorongan itu seringkali netral. Netral dalam arti mungkin bisa tidak terkontrol atau juga sebaliknya.

Agar proporsional, maka peranan orangtua yang ikut menentukan. Meski anak punya dorongan untuk bergerak, tapi kalau sering anda matikan dengan larangan atau godaan fasilitas dan makanan yang berlebihan, maka sangat mungkin dorongan untuk bergerak itu lemah sehingga motoriknya juga tidak berkembang secara optimal.  Semoga bermanfaat. (Andrew Hidayat/AMPM.co.id)

Salam: ZERO.id

Penulis: Andrew Hidayat (AndrewHidayat.com)
Instagram Andrew Hidayat
Pinterest Andrew Hidayat
Twitter Andrew Hidayat

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here